Jumat, 06 Desember 2013

Palembang, Aku Pulang


Aku pulang hari rabu, tanggal 4 Desember. Jam 3 sudah sampai di bandara Sultan Mahmud Badarudin II. Sebelum berangkat, paginya aku cuma sarapan mie bihun saja. Padahal ketika di pool bis primajasa, aku sudah beli camilan, tapi tetap saja lapar. Karena untuk makan camilan itu rasanya aku tidak bernafsu makan. Kenyang karena camilan tentu beda dengan kenyang makan nasi. Jadi wajar saja aku kelaparan sesampai di Palembang. Beruntung kakakku berinisiatif menjemput di bandara dan membawakanku bekal nasi dan lauk. Jadilah aku makan dulu di masjid bandara sambil menunggu adzan ashar.


Naik bis Trans Musi



bis Trans Musi

bis Trans Musi



Kami pulang menggunakan bis Trans Musi. Betul, sama seperti bis Trans Jakarta atau Trans Jogja. Keadaan kota Palembang dipercantik sejak acara Sea Games yang diadakan di Palembang sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Bandaranya sudah ‘didandani’, apalagi sekarang sudah jadi bandara Internasional. Jalannya juga sudah beraspal mulus dari bandara sampai ke simpang lima yang menjadi percabangan menuju jalan-jalan utama di Palembang.


Kata kakakku, sebenarnya yang mencanangkan program Sea Games, PON, dan berbagai macam pesta olahraga nasional maupun internasional lainnya adalah gubernur sebelumnya. Syahrial Oesman. Gubernur sekarang hanya melanjutkan programnya saja, jadi yang dapat nama ya Alex Noerdin.


Kami harus transit di halte Asrama Haji untuk berganti bis. Kemudian nanti transit lagi di halte bawah Jembatan Ampera dekat pasar 16 Ilir. Jadi kami harus tiga kali ganti bis Trans Musi untuk menuju rumah. Terakhir kali aku menggunakan bis Trans Musi ini masih menggunakan uang. Seharga 3000-3500 rupiah bisa keliling Palembang meski harus beberapa kali transit.


Belakangan kudengar kabar sudah tidak menggunakan alat tukar uang lagi, tapi pakai kartu. Kartu ini dibeli seharga 20 ribu rupiah dan seperti kita deposit. Ketika naik Trans Musi, di dalam bis ada mesin yang digunakan untuk tapping kartu. Maka saldo uang pada kartu itu akan berkurang ketika kita masuk bis dan menempelkan kartu pada mesin tersebut. Saldo di dalam kartu mulanya bisa untuk 5 kali naik bis Trans Musi tanpa transit. Namun kata kakakku peraturannya berubah-berubah terus.


Pertama, jangka waktu maksimal 2 jam untuk transit sekali bayar. Jadi kalau jalan-jalanmu sudah lebih dari 2 jam, maka saldomu akan diambil lagi. Lalu peraturannya berganti lagi jadi 1 jam. Jadi aturan pertama yang bisa keliling Palembang dengan uang 3500 rupiah sudah tidak berlaku. Kemudian peraturan berubah lagi per 2 Desember kemarin dan harganya sudah naik jadi 4000 rupiah. Sekarang kalau beli kartu baru seharga 20 ribu, cuma bisa dipakai dua kali jalan. Karena sebetulnya harga 12 ribu adalah harga beli kartunya. Info ini saja aku tahu dari sesama penumpang lain. Aku sangat menyesalkan petugas yang tidak memberikan info ini kepada penumpang.


Kalau kita mau transit, tidak bilang ke petugas halte, dan ketika masuk bis kita tapping kartu, maka saldo akan berkurang. Seharusnya bilang dulu ke petugas, agar kartu bisa dikunci menggunakan alat sensor khusus dan saldo tidak berkurang ketika tapping di bis selanjutnya.


Banyak masyarakat yang masih belum mengerti bagaimana cara menggunakan kartu Trans Musi ini. Sampai ada seorang pemuda yang sama-sama dari bandara juga, saldonya berkurang dua kali karena tidak tahu peraturan baru ini. Sehingga saldonya sudah tidak cukup kalau mau bepergian lagi. Saldo bisa diisi di halte, tinggal bilang ke petugas, hanya saja biayanya jadi lebih mahal. Kupikir peraturan untuk bis Trans Musi ini belum tetap, dan memang sosialisasi untuk penggunaan kartu juga belum menyeluruh.



Mesin tapping kartu di dalam bis

Mesin tapping kartu di dalam bis



Ada pula bapak-bapak yang mengeluh kepada petugas tentang ketidakmerataan sosialisasi ini. Petugas lalu menjawab sudah ada peraturannya ditempel di kaca bagian dalam bis. Ah, tidak semua penumpang akan melihat ke kaca itu kan? Lagipula bagaimana penumpang mau melihat kalau bis sudah penuh sesak dengan tangan bergelantungan di pegangan di bawah atap bis?


Aku juga berpikir, bukannya adanya bis Trans itu untuk membantu meringkankan beban rakyat ya? Dengan biaya murah, juga mengurangi polusi dengan banyak orang yang akhirnya tidak menggunakan kendaraan pribadi. Tapi nyatanya malah biaya jadi lebih mahal dan banyak penumpang Trans Musi jadi merasa dirugikan.


Rugi waktu karena untuk mengunci kartu ketika transit memakan waktu lama. Tinggal dikali saja berapa orang penumpang dengan berapa menit petugas itu melakukan penguncian kartu. Juga rugi uang. Karena seharusnya moda transportasi yang diperuntukkan kepada rakyat tidak perlu biaya yang mahal. Kan sudah disubsidi oleh pemerintah. Di Jakarta dan Jogja saja harganya sudah stabil. Antara 300-3500 rupiah.


Pemerintahan di Palembang


Aku kemudian berpikir tentang pemerintahan di kota Palembang. Ketika kutanya pada kakakku siapa gubernur Palembang, dia hanya tersenyum sambil menjawab ‘masih yang dulu..’ Aku langsung mengerti. Siapa lagi kalau bukan Alex Noerdin. Ya, dia pernah menyalonkan diri untuk menjadi calon Gubernur Jakarta kemarin lalu.


Sesampai di rumah pukul 6 sore, suasanya jadi ramai dengan kepulanganku. Banyak yang kami diskusikan di ruang keluarga. Terutama perihal kota Palembang. Dari keluargaku juga, aku tahu kalau sudah menjadi rahasia umum akan korupsi yang dilakukan Alex Noerdin beberapa tahun belakangan. Pikiranku terus mengalir tentang tindakan masyarakat Palembang kemudian.


Namun, begini jawaban kakakku:


“Sebenarnya dia sudah digugat An, sudah sampai pengadilan malah, cuma ya Alex-nya pintar melobi mungkin, jadi ya ‘lepas’ lagi”



Aku jadi tercenung mendengarnya. Memangnya sudah tidak ada sosok yang lain apa yang peduli, yang mengerti tentang kondisi Palembang? Mahasiswa Palembang pada kemana? Mereka tidak demo apa? Mamaku akhirnya menimpali dengan pesimis.


“Ah, Ni, kamu seperti tidak tahu orang Palembang saja, mahasiswa Palembang itu kebanyakan anak-anaknya pemerintah juga, jadi pas mau demo dibilangin-lah, memangnya kalian mau demo keluarga sendiri?


Makin speechless lah saya mendengarnya. Memangnya tidak ada yang menulis lewat surat kabar begitu? Atau ada orang yang kritis terhadap pemerintahan kota Palembang? Aku sudah bersiap mendengar jawaban selanjutnya yang bernada sama. Dan ternyata benar dugaanku.


“Wong korannya aja punya anaknya Alex..”


Diskusi malam ini membuatku nyengir lebar. Akar permasalahan diskusi ini adalah tentang bis Trans Musi dan yang mengurusi kartu Trans ini adalah walikota Palembang, bukan gubernur. Ketika kutanya lagi perihal walikotanya, aku tak perlu berharap banyak. Jawabannya sama saja. Walikota Palembang tak jauh berbeda dengan Gubernurnya.


Tidak usah jauh-jauh untuk mengetahui siapa walikota Palembang sekarang. Di kartu Trans yang kubeli saat itu tertera namanya. “Walikota Palembang: H. Romi Herton”. Ah.. narsis juga bapak walikota satu ini. Aku tertawa saja dalam hati.


Di tengah kartu Trans terdapat logo dan di bawahnya tertera kalimat bertuliskan 3rd Islamic Solidarity Games. Itu lho yang perhelatan sepakbola antar Negara Islam beberapa waktu yang lalu. Di sebelah kanan atas ada tulisan “Mari Wujudkan Budaya Lalu Lintas yang Aman, Nyaman, Tertib menuju Palembang Emas.”


Lalu aku jadi teringat ketika di bis menuju Plaju, dan kami harus melewati jembatan Ampera. Bis Trans Musi jurusan Plaju ini kecil, tentu kapasitasnya juga kecil. Padahal kata kakakku bis jurusan Plaju ini selalu ramai dan padat dibanding bis-bis Trans Musi jurusan lain. Kenapa yang jurusan Alang-Alang Lebar dan jurusan lain, bisnya lebih besar padahal penumpangnya selalu sepi?


Aku segera bisa menemukan jawabannya setelah mendengar cerita tentang gubernur dan walikota kota Palembang. Karena Plaju itu kecamatan yang nyempil. Tidak dilewati ruas jalan utama di kota Palembang. Juga tidak dilewati oleh mereka para atlet dan orang-orang dari luar kota bahkan luar pulau Sumatera. Jadi buat apa dikasih bis Trans Musi yang berkapasitas besar?


Benar saja, kami harus rela berdiri berdesakan dengan tangan bergelantungan di pegangan bawah atap bis. Apalagi ketika jalan menanjak saat melalui jembatan Ampera. Kejadian itu membuatku tersenyum beberapa kali karena hampir terjatuh dengan gravitasi yang tidak seimbang. Apalagi ditambah macet di jembatan Ampera, karena sekarang sedang dilakukan pengerjaan jembatan gantung lagi dekat jembatan Ampera.


Ah, Palembang, kota kelahiranku. Apa yang bisa kuperbuat untukmu? [Ardhani Reswari ]



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/07/palembang-aku-pulang-617155.html

Mereka Juga Punya Mimpi


Tidak ada mimpi yang terlalu besar, tidak ada pula mimpi yang terlalu kecil.


Semua mimpi itu mulia dan pantas untuk kita raih, seiring sejalan dengan perjuangan kita untuk mewujudkannya.


Ketika mendengar kata anak yatim, mungkin yang pertama kali muncul di benak kita adalah : kasihan, atau bahkan lebih jauh mengatakan: masa depan yang suram.


Menjadi yatim hanyalah salah satu fase kehidupan yang harus mereka jalani. Tetapi mereka tidaklah berbeda dengan anak – anak lain di luar sana, yang hidup mapan lengkap dengan kasih sayang kedua orangtuanya.


Sama seperti mereka, mereka akan tersenyum bahkan tertawa ketika bahagia, dan menangis ketika ada suatu yang menyesakkan dada dan tentunya satu hal yang sama, mereka juga mempunyai “Mimpi”.


Suatu ketika di dalam forum TPA, sempat saya menanyakan tentang mimpi (cita-cita, red) mereka. Ada yang menjawabnya dengan semangat tanpa ragu, ada pula yang menjawabnya malu-malu. Jawabannya-pun beragam. Ada yang ingin menjadi guru matematika, guru agama, perawat, dan mungkin mimpi-mimpi mulia lainnya yang tidak terucap namun terikrar kuat jauh di dasar hati mereka. Mimpi-mimpi yang mereka gantungkan setinggi langit, yang dengan perlahan berusaha mereka raih dan berharap suatu saat mereka akan membawanya bersama ke bumi.


Mendengar ungkapan mimpi-mimpi mereka, saya-pun teringat dengan kisah tokoh-tokoh besar yang mengawali perjuangan mereka sebagai anak yatim. Pasti kita tidak asing lagi dengan nama-nama: Imam Bukhari, Imam Syafii, Abu Hurairah, atau bahkan Nabi besar kita, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lahir dalam keadaan yatim. Ternyata yatim tidak menjadikan mereka terpuruk. Tetapi sebaliknya, kondisi yatim telah mendidik mereka menjadi orang yang hebat.


Saat ini mereka masih kecil dan masa depan mereka masih panjang. Masih banyak waktu yang mereka miliki untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Mimpi yang bukan sekedar angan yang akan hilang ditelan masa, tetapi mimpi yang akan terus mereka genggam dengan erat hingga menjadi nyata. Mimpi yang akan membuktikan eksistensi mereka. Mimpi yang akan menjadikan mereka sebagai sebaik-baik manusia.


sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”


(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)13863858961409474825



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/07/mereka-juga-punya-mimpi-614425.html

Don’t Trust Men (Demonic Men)


Recently, we have been shocked by news reporting sexual abuse by a well – known poet Sitok Sengrenge. He used his power over the victim in order to receive sex service. Finally she filed report to the Police for unpleasant conduct done by the accused poet. And there might be still other victims who haven’t filed any reports to the Police Department. Now, the case is still under investigation by police department.


So what do you think of this case? I notice that the victim seems to be powerless and unable to take down the poet’s conduct. And exactly there had been trust between them before the incident happened. The suspect and victim have known each other well. As a result, it was easy for the suspect to have sexual molestation upon this 22 – year old victim.


I have always been so sorry for what has happened to the victim. May God give her strength and the best solution in this tough time. I really understand how she is feeling and hopefully this “bastard” receives what he deserves; the jail and unforgiveable sanction by the society.


This case, in my opinion, has warned and given us a lesson that we have to be careful in association with others. Don’t always trust others for they are well – known and have a good reputation. Moreover, again and again this is always women who are in the disadvantageous side. They mostly seem “powerless” and prone to be the victim of men’s power.


So, how to prevent from being the victim of men’s power (demonic men’s power) that molest women physically and mentally? I think women have to be very strict in their relationship with men. I mean, limitations must be clear. Oftentimes, women can be used and molested because they do not reiterate the limitations between men and women. They are trusting men too much. For example, they believe giving “everything” is a proof of a true love/relationship. Even though, there have been smart women who do not believe it, there are still those cheated on by the so called “true love”. They are harmed if they believe in this misleading myth.


What this poet has done is “smart”. He used of his skill of using beautiful words, softly intimidating and molesting his prey. And it is trapped by his magical words that assault so harshly and has no power to release from the trap. It is pathetic.


Finally, it is back to you again, women. Do you want to be always the victims or kill those evil men? If you never want to be the victims, make sure that you are “untouchable”. Make you all untouchable by demonic and irresponsible men.


Good Luck women!





sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/07/dont-trust-men-demonic-men-616368.html

Angie Menangis, Anas Masih Ledek SBY Jadi Capres: Saga Tumbal Politik


Angie menangisi nasibnya, 12 tahun bui. Sementara Anas masih meledek SBY agar mencalonkan diri menjadi wapres demi tetap berkuasa. Namun sesungguhnya, Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum adalah sebuah saga. Cerita tentang Angie dan Anas adalah cerita tentang ambisi manusia. Tentang manusia yang memiliki cita-cita. Bagi Angie dan Anas - politikus yang berawal dari ketenaran sebagai Putri Indonesia dan pengamat politik - harapan menjadi presiden RI sesungguhnya di depan mata. Namun karena langkah yang tak elok membuat mereka mengendus harumnya penjara. Angie dan Anas adalah sosok yang seharusnya mampu mengubah dunia - jika nalar dan sifatnya normal sebagai manusia.


Angie. Dari gemerlap Putri Indonesia lalu menjadi idola sebagai bunga politik di Senayan. Dengan Adji Massaid, Angie, menjadi lambang keindahan. Mereka menjadi gambaran keindahan harmoni Partai Demokrat. Publik melihat kebahagiaan tingkat dewa mereka. Pasangan cantik dan ganteng. Kaya raya sehat sentosa. Terkenal. Mau cari di mana kesempurnaan hidup seperti itu?


Maka gemerlap dan ketenaran yang bukan dimulai dari DNA - alias Angie bukanlah ditakdirkan menjadi politikus. Namun, Angie melakukan perlawanan terhadap takdir. Maka Angie berupaya mendekati syarat-syarat sebagai Presiden RI. Maka menikahlah Angie dan menjadi Nyonya orang Jawa. Angie paham bahwa syarat menjadi presiden RI adalah Jawa dan Islam. Dengan menjadi Nyonya Massaid maka Angie memenugi syarat agama dan etnis. Namun apa lacur? Kondisinya sama dengan Anas Urbaningrum.


Lalu Anas Urbaningrum. Manusia ini sudah sangat paham tentang teori politik karena memang pengamat politik yang hebat. Namun Anas lupa bahwa teori tentang politik bukanlah politik. Politik adalah dunia para orang hebat dan kuat. Anas harus belajar dari seniornya di HMI Akbar Tandjung jika mau berurusan dengan politik dan korupsi. Akbar mampu lolos dari belitan korupsi Dana Non-Budgeter Bulog. Memang HMI banyak menghasilkan politikus licin bak belut.


Akan tetapi, Anas lupa bahwa politik itu adalah milik Golkar. Politik adalah Golkar. Dan … korupsi adalah Golkar. Maka ketika gelombang euphoria korupsi melanda Partai Demokrat, tak disangka dan tak dinyana Anas ikut masuk ke pusaran gelombang korupsi berjamaah - bukan hanya di Demokrat, namun juga di partai lain seperti partai agama PKS dengan koruptornya ustadz Luthfi Hasan Ishaaq dan ustadzah Ahmad Fathanah - bersama Nazaruddin, Andi Mallaranngen, dan Angelina Sondakh.


Dunia politik adalah dunia orang kuat. Bukan dunia orang cengengesan seperti Angie. Dunia politik juga bukan dunia manusia bersih. Jika bersih maka akan tampak kotor di mata para politikus lain. Cerita tentang pengaplingan dana APBN menarik bagi politikus muda seperti Angie dan Anas. Cerita gelimang uang APBN bagi para anggota DPR RI pun menjadi daya tarik untuk dicoba diolah - sesuatu yang sangat dijauhi oleh politikus cerdas dan senior, seperti Golkar yang selalu korupsi dari lini ketiga atau keempat, untuk menghindari jerat hukum. Politikus muda itu seperti Angie, Anas, Andi, Nazar menjadi santapan dan umpan bagi para politikus senior.


Mereka seharusnya belajar dari Ibas, atau belajar dari Setya Novanto. Mereka menjadi orang kuat di lobby politik tingkat tinggi tanpa tersentuh oleh hukum. Maka ketika Angie dan Anas menjadi pesakitan, maka sudah menjadi hal yang wajar jika mereka menjadi tumbal politik. Mereka adalah manusia cerdas yang tak mau belajar tentang lingkungan.


Mereka lupa dengan takdir manusia - dengan keyakinan bahwa semuanya mungkin dan tak ada yang tak mungkin, maka korupsi pun dilakukan dengan anggapan tak mungkin tertangkap karena mereka Ketum partai besar dan partai penguasa - sama dengan pikiran keblinger Presiden PKS ustadz Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah.


Angie dan Anas seharusnya tak perlu keluar dari takdir dan menciptakan takdir baru. Angie menangisi nasib di penjara, Anas menuju bui dan penjara untuk waktu yang lama dan berteman dengan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq dan mendirikan Perhimpunan Pergerakan Indonesia dari bilik penjara - yang mungkin terinspirasi para pengedar narkoba. Jika Angie tak terjun ke politik, Angie tak perlu menangis dan meratap. Pun Anas hari-hari ini tak perlu meledek Susilo Bambang Yudhoyono agar mencalonkan diri menjadi wakil presiden pada 2014.


Salam bahagia ala saya.





sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/angie-menangis-anas-masih-ledek-sby-jadi-capres-saga-tumbal-politik-617145.html

Move On! 2014 untuk Kaum Muda


Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia. Ucapan dahsyat Soekarno mengandung makna betapa semangat kaum muda bisa mewujudkan apapun yang nampaknya mustahil dilakukan. Kalimat penuh inspirasi sepertinya hanya dapat muncul dari ketulusan hati dan kekuatan jiwa serta kerja keras tanpa kenal putus asa. Betapa Indonesia butuh pemimpin yang mampu menginspirasi untuk bekerja lebih keras, menghargai sesama, bersahabat dan sejajar dengan negara lain. Berpulangnya Mandela yang bangga dengan batik dan menghargai Indonesia mengingatkan akan sosok dunia pejuang kebebasan dan kesetaraan manusia yang sabar dan berjiwa besar.


Tahun 2014 sepertinya akan menjadi tahunnya kaum muda peduli politik. Dalam banyak kesempatan terlontar komunikasi dan diskusi bahwa tidak pada tempatnya kaum muda masa bodoh dan alergi dengan politik namun mengharapkan perubahan pada kehidupan yang lebih baik. Jangan harap perubahan akan terjadi begitu saja. Kalau tidak puas dengan penyelenggaraan bernegara yang ada, masuklah ke dalam sistem bernegara, dan ubahlah menjadi lebih baik. Dunia politik yang lekat dengan kehidupan bernegara membutuhkan kaum muda yang energik, cerdas, berpikiran luas dan terbuka, dan punya hati nurani. Alangkah idealnya kaum muda idaman ini memenuhi ruang-ruang politik sebagai agent of change. Menggantikan ratusan atau ribuan anggota dewan perwakilan rakyat pusat dan daerah yang sekedar memainkan kekuasaan tanpa memanfaatkannya untuk kemaslahatan rakyat; yang sekedar datang, duduk, dan tertidur atau memainkan gadget di ruang sidang; dan sikap serta perbuatan lain yang tidak produktif dan kontributif untuk perbaikan nasib rakyat. Memunculkan kepala-kepala daerah super yang berintegritas dan memiliki komitmen serta berupaya ekstra keras memajukan daerah yang dipimpinnya, tidak rela rakyatnya kelaparan dan derahnya kumuh dengan kantung-kantung kemiskinan. Menjadi pelopor perubahan dan penabur harapan akan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.


Apabila kaum muda serius dengan perbaikan nasib bangsa, trend yang terjadi sampai tahun 2025 menyediakan daya dukung yang kuat. Bonus demografi menawarkan keuntungan dengan proporsi penduduk produktif, usia antara 15-64, yang lebih besar. Apabila digambarkan sebagai piramida maka paling besar pada bagian tengah sementara bagian dasar representasi anak-anak dan bagian puncaknya representasi usia tua lebih kecil. Bisa diartikan kaum muda mendominasi pada banyak bidang kehidupan. Bonus demografi dapat terjadi antara lain disebabkan menurunnya fertilitas mungkin karena keberhasilan program keluarga berencana selama ini; meningkatnya kualitas kesehatan; dan lainnya. Bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal apabila sumber daya manusia berpendidikan, lapangan kerja tersedia, penduduk mampu menabung dan berinvestasi, dan pemberdayaan wanita berjalan bagus.


Fenomena kaum muda peduli politik tampak nyata saat Pilkada DKI Jakarta 2012. Di antara pesta demokrasi konvensional seperti rapat akbar diselingi parade artis, jor-joran baliho kampanye, iklan kampanye di TV, pemasangan spanduk dan bendera partai yang sampai menutup ruang publik, menyeruak pesta demokrasi non-konvensional. Kreativitas berkampanye melalui pemanfaatan internet antara lain dengan you tube, facebook, twitter, kompasiana, dan game on-line sungguh menunjukkan semangat kaum muda. Kemudian ribuan pemuda melakukan flash mob spontan dan kompak di ruang publik, menari bersama menebar semangat untuk mendukung jargon perubahan. Munculnya ratusan ribu sukarelawan membantu proses kampanye kandidat pendukung perubahan. Kreativitas dan inovasi sungguh fenomena positif bidang politik. Sepertinya pola yang serupa akan muncul lebih masif untuk Pemilu 2014. Harapan politik yang lebih logis, kreatif, dan inovatif akan dapat menggeser politik transaksional yang mengancam kemajuan dalam berdemokrasi.


Kepedulian kaum muda dalam politik telah menandai sepanjang 2013 ini. Survei-survei elektabilitas capres sebagian besar dimenangi Jokowi. Sudah menjadi perbincangan umum di tempat kerja, di kafe-kafe, di media sosial, dan komunitas lain, bahwa publik cenderung menghindari capres dengan ciri 4L, lu lagi lu lagi. Mungkin hal ini menggambarkan segenap rakyat Indonesia terutama kaum mudanya berkehendak untuk move on, menghendaki perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Selain Jokowi, sebagian besar capres yang menyeruak ke atas merupakan tokoh-tokoh senior yang pernah mengabdi pada negeri, namun pernah juga sebagai capres yang gagal pada periode sebelumnya. Track record gagal nyapres dari para tokoh senior ini sedikit banyak menyebabkan survei-survei elektabilitas berpihak pada Jokowi, yang mewakili kaum muda yang energik, cerdas, berpikiran luas dan terbuka, dan punya hati nurani. Bagaimanapun manusiawi adanya apabila publik lebih mendekat pada simbol keberhasilan, meskipun masih dalam taraf keberhasilan memenangi survei.


Ketika Jokowi oleh majalah Jerman berpengaruh, Spiegel, diperbandingkan dengan Mandela yang disebut sebagai raksasa keadilan oleh Sekjen PBB, tentu saja sebagai kaum muda dan bangsa Indonesia, tumbuh rasa bangga dan harapan. Di balik sikap sedehana seperti halnya pemimpin besar lain, Jokowi menyimpan jiwa kepemimpinan yang mendunia. Banyak koran dan majalah luar negeri bahkan akademisi di lingkup universitas di luar negeri, menjadikan Jokowi sebagai topik diskusi yang menarik dan menginspirasi. Semoga tunas kepemimpinan dunia ini bisa tumbuh, besar, berbunga dan berbuah untuk Indonesia yang lebih baik.


Salam



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/move-on-2014-untuk-kaum-muda-614395.html

Keprihatinan Indonesia; Jokowi Presiden; Indikasi apa yang Memberi Harapan


Setelah 68 tahun merdeka, negara yang berhasil lahir dari persatuan berbagai kemajemukkan , saat ini belum berhasil mensejahterakan rakyatnya. Sudah berganti 6 presiden, tetapi penyakit korupsi ternyata telah menjadi “kronis” dan terasa semakin “parah”.


Pemangku jabatan hampir tak terkecuali disemua bidang, mulai dari eksekutif, legislatif , judikatif , bahkan benteng keadilan terakhir yaitu Mahkamah Konstitusi pun didera kasus suap dan korupsi.


Kondisi tersebut diatas , bagi sebagian rakyat Indonesia menimbulkan sikap apatis. Kita bisa melihat tingkat partisipasi rakyat dalam proses Pemilu yang cenderung menurun dengan semakin besarnya kelompok Golput.


1386347900250616342




Kalau kita yang hidup saat ini apatis, lalu bagaimana nasib anak cucu kita? Nasib mereka tergantung dari sikap yang kita pilih sekarang. Buat saya pilihannya jelas, kita harus bangkit dan berjuang sesuai dengan kemampuan masing2 , dipimpin oleh Pemimpin yang baik bersama penyelenggara negara yang baik.


Adakah sesuatu yang bisa menjadi harapan untuk perbaikan kesejahteraan kedepan, dan adakah fakta2 saat ini yang bisa memberi harapan. Saya melihatnya ada.


Menurut Abraham samad , sebagaimana disampaikan dalam Rakernas III PDIP 7 Sep 2013, Selain mengenai impor pangan yang tak jelas, Samad juga menyoroti lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Ia mengatakan, dari 45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia, sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak membayar pajak dan royalti kepada negara.


Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun, pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dan kebijakan. ( Sumber Kompas.com : “http://nasional.kompas.com/read/2013/09/07/1658214/Samad.Kita.Ini.Dibodohi.Terus.Impor.Itu.Bohong ”)



Seperti apa , Produk Domestik Bruto selama ini, khususnya sektor minyak dan gas.


1386347625300126306




Jika yang disampaikan BapakAbraham Samad itu benar adanya, berarti kita memiliki potensi untuk menjadi sejahtera. Hanya saja bagaimana mengelola dengan benar dan dilaksanakan oleh orang2 yang benar dan baik , terutama dibawah pimpinan yang benar dan baik yang telah selesai dengan dirinya, sehingga apa yang dia lakukan adalah untuk kepentingan bangsa Indonesia.


Dari tokoh yang ada , bahwa banyak orang yang menaruh harapan pada Tokoh Baru Jokowi & Basuki dan menginginkan Jokowi menjadi Presiden , maka bila saya cermati, Jokowi ( juga Basuki ) sejauh ini adalah pimpinan dengan keputusan dan tindakan yang tidak berorientasi kepentingan diri sendiri juga tidak terbelenggu oleh kepentingan partai. Keduanya telah mampu menjadi pejabat dan pimpinan publik, menjadi milik publik dan bekerja untuk publik.


Apa indikasinya , bahwa JokoHok bekerja bukan mencari aman dan nyaman, tidak terbelenggu kepentingan partai yang mengusungnya. Kita coba lihat berikut ini :


MACET : Ketika upaya mengatasi kemacetan ibu kota , awal benturan dengan PKL yang berdagang di jalan raya, misal Tanah Abang , sikap tegas merelokasi ( bukan hanya semata menggusur ) , akhirnya bisa diterima secara umum, sekalipun untuk sampai ke titik Sukses saat ini masih terus diupayakan. Sterilisasi jalur “Busway” , & penertiban parkir liar, tidak bebas dari resiko “omelan” sebagian masyarakat. Proyek MRT pun, juga dibumbui dengan protes sebagian pedagang di kawasan jalan Fatmawati.


BANJIR : Normalisasi waduk dengan konsekwensi relokasi penghuni liar (bukan penggusuran semata ) , awalnya juga ditentang bahkan sempat berbeda pemahaman tentang “hak azasi” dengan KOMNAS HAM. Banjir air ( juga termasuk sampah yang terbawa ) datang dari “tetangga sekitar “ juga harus diupayakan koordinasi penanggulangannya dengan mengedepankan untuk kebaikkan masyarakat banyak. Masing2 saling membutuhkan, seperti contoh, penduduk “tetangga sekitar” yang setiap hari datang dan bekerja di Jakarta, menjadi contoh yang nyata adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan.


KARTU JAKARTA SEHAT : Tak kurang kritik dari beberapa anggota DPRD , namun langkah ini mampu mengungkap “kebutuhan program kesehatan” masyarakat Jakarta , yang sebelumnya terkubur dibawah permukaan. Pada akhirnya akan menjadi lebih mudah untuk menghitung dan mengadakan kebutuhan rumah sakit dan kebutuhan anggaran kesehatan yang sesungguhnya , termasuk kebutuhan bagian masyarakat yang selama ini terabaikan kebutuhannya akan kesehatan.


Resiko tidak populer pada sebagian masyarakat tidak menghentikan keputusan dan tindakan JokoHok yang didasari prioritas kepentingan masyarakat yang lebih banyak dan lebih luas. Sementara batasan masa jabatan paling lama hanya 2 X 5 tahun = 10 tahun, dan tidak semua proyek / permasalahan dapat selesai dalam 5 sampai 10 tahun. Benar juga kata Basuki , bahwa gubernur2 berikutnya akan menikmati kerja JokoHok.


Kembali ke masalah pada tingkat nasional, maka “INDONESIA BARU” perlu segera dimulai agar “penyakit kronis” mulai dapat terobati dan “kehidupan yang lebih sehat” mulai dapat segera dirasakan. Pilihan dan harapan Jokowi untuk menjadi presiden, adalah pilihan yang logis, dengan harapan setelah misal masa jabatan 1 X 5 tahun atau maksimal 2 X 5 tahun , ada pengganti dengan integritas yang sama atau lebih baik lagi.


PR lainnya adalah bagaimana kedepan partai dapat menghasilkan kader calon legislatif dan eksekutif yang mumpuni dan berintegritas untuk berbagai bidang sendi kehidupan .


Sekali lagi , menurut saya , Jokowi sebagai Presiden 2014 adalah pilihan logis. Salam.




sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/keprihatinan-indonesia-jokowi-presiden-indikasi-apa-yang-memberi-harapan-614339.html

Masuknya Yogyajarkarta ke Dalam Bingkai NKRI


Pada tahun 1946berbagai daerah di in donesiatelah di kuasai pasukan sekutu dari inggris.sebagai contoh,bagian barat indonesia di bawah kekuasaan pasukan inggris,legiun gurkha,sedangkan bagian timur dan tengah indonesia di kuasai oleh pasukan inggris dari australia.sesuai perjanjian francisco(26juni1945) dan di kuatkan lagi perjanjian civil affairs agreement (24 agustus 1945)yang di tandatangani oleh negara-neghara sekutu,belanda atau NICA(nederlands indie civila dminitration)kembali menduduki indonesia.selanjutnya,h.j.van mook membanu berbagai negara boneka,seperti negara pasundan,negara indonesia timur,negara sumatra timur,negara jawa timur,negara maduramzadura,negara kalimantan barat,dayak besar,kalimantan tenggra,belitung,kota waringin,padang ,sabang,kalimantan timur,daerah negara sumatra selatan,dan satuan kenegaraan yang berdiri sendiri,seperti jawa tengah,bangka,riau , banjar,dan republik maluku selatan.bentukan-bentukan negarta boneka ini merupakan hasil perjanjian di manilo(16 juli1946),perjanjian pangkal pinang (I oktober 1946),dan konferensi denpasar (7-18 desember 1946).


Ke mudian negara bentukan –bnentukan dari belanda tersebut bergabung dalam BFO (bi9jeenkomst voor federal overleg)yang di ketahui oleh sultan hamid II dari pontianak.mereka menuntut supaya dibentuk negara federal atau negara serikat.di antara negara-negara boneka itu,hanya aceh dan yogyakarta yang menolak bujukan h,j,van mook.


Di samping itu belanda,juga terus merekayasa agar diselurh masyarakat di seluruh wilayah yang dikuasainya tetap setia pada belanda.belanda juga melancarkan operasi militer atau operasi polisionel yang dalam sejarah indonesia dikenal sebagai agresi nmiliter beanda II (19 desember 1948).pada waktu itu,ibu kota RI,yogyakarta,dapatr dikuasai oleh belanda.presiden,wakil presiden,beserta para anggota kabinet pun berhasil di tangkap oleh belanda.


Oleh karena itu,Mr.syafrudin prawiranegara yang ada di pulau sumatra membentuk pemerintah darurat republik indonesia(PDRI)DAN mengangkat dirinya sebagai presiden PDRI.selanjutnya ,pusat PDRI ini berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainya, untuk menghindari kejaran belanda.Apabila Mr syafruddin tertangkap belanda,indonesia akan lenyap secara defacto maupun de jure.sebab,sebuah negara memerlukan adanya pemerintah yang berdaulat,rakyat yang bersatu,wilayah,dan pengakuan international.


Pusat PDRI kemudian di pindah ke aceh,karena hanya aceh wilayah yang masih berdaulat .perjuangan untuk memperjuangkan kemerdekaan indonesia di galang dari sini.rakyat aceh mengumpulkan berbagai barang yang ada di wilayah tersebut untuk membeli pesawat terbang. hasilnya rakyat aceh berhasil menyumbangkan pesawat seulawah(RI.001 dan RI.002).


Dengan pesawat tersebut,blokade belanda dapat di tembus.pesawat-pesawat tersebut juga digunakan sebagai alat trasportasi saat menghubungi para gerilyawan di medan tepur dan pra diplomat indonesia yang ada di india,new york,singapura,daa lain sebagainya.hal ini menunjukan bahwa rakyat aceh tetap menolak bujukan van mook untuk bergabung dengan BFO.selain itu ,rakyat aceh juga mengacuhkan larangan belanda untuk membantu perjuangan bangsa indonesia.


Semewntara itu,.derah istimewa yogyakarta sebagai sebuah kesultanan mataram,meskipun berhasil dibagi dalam beberaa wilayah kekuasaan ,namun tetap tidak mau menerima ajakan van mook untuk bergabung dalam BFO.wilayah tersebut justru dijadikan basis perjuangan dan tempat berkumpulnya para elite politik indonesia.sebagai ibu kota republik indonesia,yogyakarta dipimpin oleh Mr.asaat.



Sementara itu,RIS berepusat di jakarta dan di pimpin oleh soekarno.Ia dilantik menjadi presiden RIS pada tangga 17 desember 1949.lalu,pada tanggal 23 desember 1949,Drs.mohammad hatta juga diangkat menjadi perdana mentri RIS dan memimpin delegasi RIS berangkat ke negeri belanda untuk mendatangani akta penyerahan kedaulatan dari pemerintah belanda sebagai realisasi hasil konferensi meja bundar(KMB) di den haag,belanda (23 agustus-2 november1949).adpun isi dari konferensi meja bundar adalah sebagai berikut:


1.belanda mengakui republik indonesia serikat (RIS) sebagai negara merdeka dan berdaulat.


2.konstitusi RIS dipermaklumkan kepada kerajaan belanda


3.setatus keresidenan irian akan diselesaikan dalam waktu setahun sesudah pengakuan kedaulatan.


4.Uni indonesia-belanda akan didirikan berdasarkan kerja sama dan secara suka rela,sertapersamaan sederajat.


5.pengambilan hak milik belanda oleh RIS dan pemberian hak konsesi,serta izin batu untuk perusahaan.


6.RIS harus m,embayar segala utang belanda sejak tahun 1942.


Dengan demikian,sudah seharusnya apabila aceh dan yogyakarta diperlakukan secara berbeda oleh pemerintah konferensi indonesia.sebab,kedua wilayahini bukan negara BFO (RIS) yang diserahkan oleh belanda dalam meja bundar (KMB).dan,wilayah aceh dan yogyakarta bergabung dengan NKRI bukan dampak dari KMB.





sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/07/-masukya-yogyajarkarta-ke-dalam-bingkai-nkri-616312.html

Menjelang Peralihan Kekuasaan, NasDem Sulsel usung JK President


Menjelang Peralihan Kekuasaan, NasDem Sulsel usung JK President


Makassar-Indonesia : Menjelang peralihan kekuasaan kepemimpinan Nasional pada pemilu 2014 mendatang, membuat situasi politik nasional kian memanas setelah dmemastikan SBY tidak bisa lagi mencalokan untuk ketiga kalinya. Kini partai politik peserta pemilu 2014 kian berlomba-lomba untuk meraih dukungan rakyat agar bisa memenangkan pemilu legislatif dan presiden 2014 mendatang karena memiliki peluang yang sama, sebut saja partai NasDem dengan percaya diri telah menargetkan 100 kursi untuk DPR RI 2014 mendatang. fenomena menarik menjelang 2014 terlihat di kota Makassar, Baliho NasDem berukuran raksasa yang mencalonkan Jusuf Kalla sebagai calon Presiden terpampang jelas tepatnya dijalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea Kota Makassar. baliho yang bertuliskan NasDem Menang JK President ini cukup menarik perhatian warga Kota Makassar.


Saya menilai, jika partai NasDem serius untuk mengusung calon presiden mendatang maka, partai ini harus memperkuat diri secara internal apabila menginginkan targetnya tercapai sebagai pemenang ke-3 untuk merebut 100 kursi diparlemen. Partai NasDem bisa mewujudkan hal ini jika kemudian mesin partai di setiap daerah mampu melihat peluang dengan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan segala potensi sumber daya yang dimilikinya. dikatakan pula, apa yang dilakukan oleh sejumlah kader partai NasDem di Kota Makassar mengusung Jusuf Kalla sebagai calon President tidak main-main, melihat pengaruh yang dimiliki mantan Wapres RI ini masih begitu kuat di Sulawesi Selatan. sehingga Partai NasDem Sulsel tak segan-segan mengusung JK sebagai Calon Presiden.


Menurut saya langkah yang dilakukan NasDem Sulsel disatu sisi adalah langkah blunder jika mengusung JK sebagai calon Presiden karena NasDem memiliki calon presiden yakni Surya Paloh. ini menunjukan ketidaksolidan secara internal partai NasDem, namun disisi lain apa yang dilakukan oleh NasDem Sulsel adalah upaya yang sangat strategis dalam memanfaatkan peluang dengan “memanfaatkan” ketokohan JK, mengigat NasDem adalah partai pendatang baru, pasti akan sulit meraih suara mayoritas di Sulawesi Selatan. disamping itu belum ada satupun Partai politik di Sulsel yang melihat peluang ini, saya kira apa yang dilakukan oleh pengurus NasDem Sulsel bisa dipahami oleh pengurus DPP NasDem. Karena bisa saja niat NasDem Sulsel mengusung JK karena melihat sosok JK adalah figur yang pantas dibanding Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh untuk memimpin RI pasca SBY, saya kira ini merupakan sikap politik NasDem Sulsel. Hal ini tidak bisa dikategorikan sebagai pembangkangan secara struktural oleh DPD NasDem Sulsel terhadap DPP NasDem.



By : Irfin Nehrun


Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Politik UNHAS-Makassar






sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/menjelang-peralihan-kekuasaan-nasdem-sulsel-usung-jk-president-617074.html

Ruhut Sitompul tak Pantas di DPR


Semakin lama semakin muak saja saya melihat kelakuan seorang Anggouta DPR macam Ruhut Sitompul,celotehannya yg tanpa berpikir telah melukai banyak orang khususnya orang2 kulit hitam dari Ambon hingga Papua.Dia mengatakan bahwa pengamat Politik,Boni Hargens dari golongan Kulit Hitam yg berbahaya.Dia tidak sadar bahwa Boni lebih cerdas di banding Si Ruhut.Ruhut bisa maju Dan jadi Anggouta DPR kemungkinan Dari hasil menjilat Bos,lihat saja dari cara dia berkata-kata,orang lain pun dapat mudah menilai.Saya berharap,bukan saja Boni yg membawa dia ke pengadilan,Tapi juga orang2 Papua yg kebanyakan adalah kulit hitam.Dan saya berharap juga,DPR memecat Ruhut Sitompul Dari keanggotaannya,dia tidak pantas duduk sebagai wakil rakyat.Kita tidak butuh Harmoko di jaman Reformasi ini.



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/ruhut-sitompul-tak-pantas-di-dpr-616305.html

caleg dan PKPU 15


EUPHORIA CALEG DAN PKPU NO. 15 TAHUN 2013


SEBUAH PANDANGAN PSIKOLOGIS



Euphoria Caleg dan Pemilih


Mengutip pernyataan seorang teman, Hendra Budiman, Manager Tim Pemenangan Calon DPD Muspani, SH. Bahwa ‘Uang bukan jaminan utama untuk menjadi menang, tapi tanpa uang caleg pasti kalah’. Kalimat ini sangat menggelitik penulis, sederhana tapi memiliki makna mendalam. Tidak sedikit caleg yang maju hanya dengan ‘modal dengkul’ saja pada pemilu 2014 mendatang, namun mereka tetap percaya diri untuk maju menjadi calon legislatif dan ingin menang. Beberapa orang calon legislatif yang penulis temui masih berfikir bagaimana cara mendapatkan uang untuk modal mencalon. Dengan asumsi bahwa para caleg memiliki banyak kewajiban pribadi yang harus ditunaikan dengan mengeluarkan anggaran biaya selama menjadi calon legislatif, mulai dari anggaran yang harus dikeluarkan pada saat pendaftaran caleg, pembuatan atribut kampanye, sumbangan wajib ke partai pengusung (beberapa partai tidak memberlakukan kebijakan ini), anggaran operasional caleg selama berkampanye (beli bensin mobil/motor, biaya makan dan minum, biaya sewa kendaraan, dan biaya lain-lain yang bagi sebagian caleg ini menjadi wajib, seperti biaya saweran jika datang ke tempat-tempat pesta, bagi-bagi rokok saat bertemu kerabat di warung kopi, dan lain-lain) ini semua menjadi euphoria para caleg selama menyandang status menjadi calon legislatif.


Perasaan senang, bangga dan suka cita tercermin dalam wajah-wajah caleg yang telah memiliki anggaran yang cukup dan dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan itu, namun tidak demikian dengan para caleg dhuafa yang hanya akan mengandalkan modal air liur untuk maju dan bergerak menuju perebutan kursi legislatif 2014 mendatang. Mereka tentu sedang berfikir keras mencari dan mendapatkan ide untuk dapat memenuhi kebutuhan menjadi seperti ‘layaknya’ seorang caleg.


Uniknya, euphoria caleg dalam menghambur-hamburkan uang ini diiringi oleh penerimaan warga atau calon pemilih terhadap perlakuan para caleg. Calon pemilih menunggu-nunggu kedatangan para caleg turun ke desa-desa untuk menerima perlakuan itu. Bahkan sebagian calon pemilih sudah sedikit lebih intelek, mereka mempersiapkan proposal kegiatan olahraga, proposal pembangunan masjid, proposal pembangunan siskamling, proposal pengoralan jalan, dan lain sebagainya. Semua ini dilakukan untuk diajukan kepada para caleg yang datang menemui mereka, mereka berkumpul di suatu tempat dengan puluhan bahkan ratusan orang calon pemilih. Ini dilakukan agar caleg yang bersangkutan semakin yakin bahwa mereka calon pemilih antusias dengan kedatangan caleg tersebut. Pertanyaan mendasar yang akan muncul ialah, apakah semua calon pemilih yang datang dalam pertemuan itu akan pasti memilih caleg yang bersangkutan pada pemilu mendatang? Sebagian caleg percaya itu, namun sebagian caleg tentu memilih jalan lain tanpa harus membuang-buang waktu melakukan pertemuan, menerima pengajuan proposal calon pemilih, dan lain-lain.


Yang mungkin terlupa oleh para caleg adalah pertemuan yang sama akan dilakukan kembali oleh calon pemilih kepada para caleg yang datang kemudian. Caleg datang dengan tujuan dan keinginan yang sama yaitu ‘mohon doa dan dukungan suara untuk maju sebagai calon legislatif’. Tentu saja ini akan menjadi ladang pengajuan proposal bagi para calon pemilih tanpa disadari oleh para caleg. Sebagian calon pemilih berpendapat bahwa masa kampanye adalah masa dimana calon pemilih berkesempatan untuk melakukan tawar menawar kepada caleg. Tentu saja bukan tawar menawar program yang hanya akan menjadi janji-janji belaka. Mereka ingin program real yang dilakukan hari ini. Sebagian calon pemilih mengatakan bahwa pemilih kita sekarang sudah ‘cerdas’, pernyataan yang keluar dari calon pemilih adalah “kalau bukan sekarang, kapan lagi kita mencicipi hasil para caleg ini, nanti kalau mereka sudah jadi anggota dewan pasti mereka akan lupa dengan kita..”. Namun yang menjadi pertanyaan apakah cerdas yang dimaksud adalah cerdas dalam tawar menawar uang atau barang dengan para caleg? Atau benar-benar cerdas dalam memilih dan menentukan pilihan dengan melihat visi-misi yang diajukan para caleg?.


Banyak caleg yang menyadari bahwa tawar menawar suara dengan uang atau barang dengan calon pemilih adalah perbuatan yang tidak mendidik, tapi anehnya masih banyak juga caleg yang mengikuti irama ini. Pertanyaan berikutnya, mungkinkah euphoria tawar menawar antara caleg dan calon pemilih tetap akan terjadi pada pemilu mendatang?. Kemungkinan itu bisa saja masih terjadi, terlebih munculnya Peraturan KPU No. 15 tahun 2013 yang mengatur penggunaan atribut kampanye bagi caleg, sudah barang tentu penggunaan anggaran kampanye dari sisi atribut dapat ditekan oleh caleg, dan anggaran tersebut dapat dialihkan ke pos yang lain. Maka kemungkinan tawar menawar antara caleg dan calon pemilih masih terbuka lebar, tentu saja bagi caleg yang memiliki kelebihan dana untuk itu. Lalu, bagaimana dengan caleg dhuafa? Mungkinkah terbantu dengan PKPU No. 15 tahun 2013 ini?



Kontroversi PKPU Nomor 15 tahun 2013


Pasal 17 PKPU No. 15 tahun 2013 secara rinci mengatur penggunaan baligho/ papan reklame, spanduk dan bendera bagi peserta pemilu. Beberapa inti yang disebutkan dalam pasal ini adalah baligho/ papan reklame hanya boleh dipasang oleh partai politik satu desa satu baligho, yang berisi gambar partai, nomor urut partai, visi-misi partai, foto pengurus partai yang tidak mencalon. Pada ayat yang lain disebutkan bahwa, spanduk hanya boleh dipasang oleh caleg dan partai politik satu buah untuk satu zona, dengan ukuran maksimal 1,5 x 7 meter (tidak diatur isi dalam spanduk). Itulah sedikit ulasan tentang isi dari PKPU No. 15 tahun 2013 tersebut. Ini artinya caleg tidak diperbolehkan membuat dan menggunakan baligho secara perorangan.


Terhadap pembatasan penggunaan atribut kampanye bagi para caleg terutama penggunaan baligho/papan reklame, spanduk dan bendera, mendapat tanggapan yang beragam dari banyak pihak, tentu saja para pihak yang berkepentingan. Caleg merupakan salah satu pihak yang berkepentingan dalam hal ini. Caleg yang memiliki ‘banyak uang’ dan hanya mengandalkan atribut kampanye untuk mengenalkan diri dengan masyarakat tentu saja kecewa dengan peraturan ini, karena mereka tidak dapat mengekspresikan diri secara full lewat baliho, spanduk dan bendera selama menjalani masa kampanye. Padahal, atribut-atribut tersebut dinilai penting dan penunjang utama dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat. Di sisi lain, caleg yang memiliki keterbatasan dana dan modal pas-pasan menjadi semakin percaya diri dan mendukung peraturan KPU ini untuk segera diberlakukan. Kontroversi ini pun sering terdengar dan terbaca di banyak media massa dan elektronik, terjadi dalam diskusi-diskusi terbatas, bahkan dalam diskusi warung kopi sekalipun.


Meskipun KPU dan jajarannya, KPU Propinsi, KPU Kabupaten, PPK, PPS dan KPPS, telah melakukan sosialisasi kepada para peserta pemilu dan masyarakat umum. Namun, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah diberlakukannya peraturan ini. Misalnya, penempatan area atau zona yang disebutkan dalam regulasi ini. Tidak ada standar pasti apakah zona itu berada di tingkat kabupaten, kecamatan, desa atau RT (karena itu akan diatur lebih lanjut oleh KPUD dan Pemda). Lalu, bagaimana dengan baligho yang dipasang di pekarangan rumah warga yang notabene-nya pekarangan itu masuk ke dalam ruang private (bukan ruang publik), apakah petugas akan tetap melakukan pembersihan jika terdapat pelanggaran semacam itu? (sepengetahuan penulis, dalam KUHP, memasuki apalagi mengambil sesuatu dari ruang privat tanpa izin adalah pidana). Itulah beberapa diskusi kecil yang sering terdengar dan terbaca di media massa maupun elektronik akhir-akhir ini.


Artikel ini tidak akan membahas lebih dalam tentang materi dalam regulasi ini karena akan banyak pakar-pakar hukum di negeri ini yang berkompeten untuk membahasnya. Penulis hanya akan melihat regulasi ini dengan pendekatan psikologis. Apakah secara psikologis caleg diuntungkan oleh regulasi ini atau justru dirugikan?



Pandangan Psikologis


Berbicara tentang psikologi tidak terlepas dari bicara tentang perilaku manusia. Terdapat banyak aliran dalam psikologi yang mengembangkan teori tentang perilaku manusia. Secara garis besar, terdapat tiga aliran teori yang membahas tentang perilaku manusia. Aliran yang pertama adalah aliran teori yang menganggap perilaku manusia hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan (hereditas) atau genetik. Aliran kedua adalah aliran teori yang menyatakan bahwa perilaku manusia hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan (environment). Dan aliran yang ketiga adalah aliran yang menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh kedua-duanya. Namun dalam etika psikologi, perbedaan pendapat dalam beberapa aliran teori itu tidak boleh diperdebatkan. Karena masing-masing teori telah dapat membuktikan kebenarannya melalui penelitian-penelitian yang dilakukan.


Dalam konteks pemilu, tentu saja banyak perilaku manusia yang terlibat didalamnya. Beberapa diantaranya, perilaku pembuat kebijakan, perilaku penyelenggara pemilu, perilaku calon legislatif peserta pemilu, dan perilaku calon pemilih. Namun fokus artikel ini adalah melihat perilaku caleg dan calon pemilih selama masa pra kampanye dan masa kampanye dalam kaitannya dengan peraturan KPU No. 15 tahun 2013. Dalam paradigma behaviorisme (aliran yang menganggap perilaku dipengaruhi oleh lingkungan), perilaku manusia diperoleh dari belajar dan mengubah tingkah laku itu dapat dilakukan dengan mempelajari tingkah laku baru sebagai pengganti. Faktor pendorong yang membuat individu bersedia bertingkah laku mengikuti kemauan lingkungan, disebut reinforcement. Sejak diberlakukannya undang-undang pemilu baru tahun 2003 untuk penyelenggaraan pemilu tahun 2004, dari system proporsional dengan calon tertutup atau dalam istilah awan dikenal dengan ‘beli kucing dalam karung’, menjadi system proporsional dengan daftar calon terbuka, membuka peluang bagi para caleg untuk melakukan sosialisasi dan kampanye dengan cara masing-masing. Perilaku caleg menjadi bermacam ragam untuk menarik pemilih agar memilih caleg yang bersangkutan. Menyusun strategi yang beragam pula, mulai dari yang paling sopan hingga yang paling jahat sekalipun, dengan satu tujuan yaitu mendapatkan suara sebanyak-banyaknya untuk merebut kursi legislatif baik pada tingkat kabupaten, propinsi, maupun pusat.


Perilaku ini dimotivasi oleh banyak faktor, salah satunya adalah regulasi yang tidak mengikat sehingga membuka peluang bagi para caleg untuk berbuat ‘semaunya’. Namun seiring waktu, telah banyak peraturan perundang-undangan tentang kepemiluan yang dibuat dan diperbaiki sesuai dengan tuntutan dan kondisi saat regulasi sebelumnya diberlakukan. Tujuan dilakukannya perubahan dan perbaikan itu tentu saja agar penyelenggaraan pemilu dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh pemerintah dan masyarakat. Peraturan KPU No. 15 tahun 2013 merupakan salah satu reinforcement yang ditujukan untuk perbaikan system kepemiluan dan perubahan perilaku peserta pemilu menjadi lebih baik, tertata dan beradab selama melakukan proses kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat.


Disadari atau tidak, peraturan ini sesungguhnya akan memberikan perubahan terhadap perilaku caleg dalam melakukan tindakan selama masa kampanye. Termasuk perilaku mempersiapkan modal kampanye sebanyak-banyaknya yang sudah membudaya pada setiap individu yang akan menyandang status sebagai caleg. Dengan hadirnya peraturan ini, diharapkan dapat membantu menyadarkan caleg baik yang saat ini telah terdaftar maupun caleg pada masa yang akan datang, bahwa untuk meraih suara dari calon pemilih tidak hanya didapat dari pemasangan baliho saja, tetapi peraturan ini juga nantinya akan menggiring para caleg untuk mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari melakukan pendekatan kepada masyarakat, berbuat untuk masyarakat, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai tujuan akhir dari setiap kebijakan yang dibuat diatas meja panas anggota dewan yang terhormat. Bukan hanya berfikir untuk kepentingan pribadi atau golongan.




sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/caleg-dan-pkpu-15-617078.html

Selamat Tinggal OB Van Segede Gaban



13863458441773083686

Hybrid phone yang praktis.



HYBRID PHONE membuat stasiun radio bisa bersiaran langsung dengan mudah. Hanya dengan alat sebesar buku novel, live report bisa dilakukan dengan kualitas suara yang jernih. Bahkan, saat reporter melaporkan dari lokasi yang hingar-bingar!


Saya melihat hybrid phone itu secara tidak sengaja, Jumat (6/12/2013). Saat menikmati segelas cammomile panas di sebuah café di Gandaria City, Jakarta Selatan, tiba-tiba seorang reporter radio duduk di bangku di depan saya yang memang kosong.


Dalam hitungan menit, sebuah kotak putih sudah tertata di meja dengan sambungan kabel menuju mic dan headphone. Setelah beberapa lampu indikatornya menyala, dia pun menelepon ke kantornya. ‘’Saya sudah siap melaporkan,’’ kata pria itu.


Penasaran dengan ‘’kotak ajaib’’ itu, saya segera mendekati reporter setelah selesai menyiarkan laporan untuk mencari informasi. ‘’Ini hybrid phone,’’ kata Ary Suparyadi S.Sos yang ternyata wartawan RRI itu.


Sewaktu bekerja di stasiun televisi, saya sudah kenal hybrid phone. Alat itu digunakan untuk menghubungkan telepon dari pemirsa dengan mixer di production control room dalam program interaktif. Tetapi, hybrid phone yang dikemas secara compact dalam bentuk ‘’kotak ajaib’’ untuk siaran radio, saya baru melihatnya sekali itu.



13863458991383843226

Hybrid phone bekerja dengan energi baterai AAA.



Hybrid phone milik Ary bekerja dengan jalur GSM, namun diberi casing yang telah dilengkapi dengan konektor untuk mic dan headphone. Di dalam kotak itu juga dilengkapi dengan ‘’voice adjuster’’ sehingga kualitas suara yang dihasilkan lebih baik.


Hybrid phone itu dibeli Ary dua tahun silam, setelah melihatnya di Broadcast Asia, pameran teknologi broadcast terbesar di Asia yang setiap tahun berlangsung di Singapura. Saat itu, harganya sekitar Rp 25 juta. ‘’Ini property milik saya pribadi,’’ kata Ary yang juga pengajar ilmu komunikasi di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.


Teknologi broadcast memang terus berkembang mengikuti zaman. Dengan hybrid phone, siaran langsung sebuah radio tidak perlu lagi OB Van segede gaban.



1386345968145674252

Mencoba hybrid phone.



Joko Intarto @IntartoJoko



sumber : http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2013/12/06/selamat-tinggal-ob-van-segede-gaban-617065.html

Bangsa yang Maju Apabila Menghargai Sejarah



Tidak ada bangsa yang maju tanpa memahami sejarah bangsa. Amerika Serikat, China, dan negara-negara di Eropa misalnya, bisa maju karena warganya menghargai sejarah dan menauladani para pahlawan mereka. Bunga Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.” Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali sejarah, dari zaman pra-sejarah hingga zaman reformasi sekarang.


Sejarah memiliki nilai yang sangat penting dan berharga di kehidupan masa depan, karena anak cucu kita nanti akan mengetahui bagaimana bangsa ini berdiri, bagaimana perjuangan untuk mempertahankan bangsa ini, dan bagaimana kehidupan masyarakatnya. Seharusnya Indonesia belajar dari negara-negara memiliki luas geografis lebih kecil tetapi mereka bisa lebih maju daripada Indonesia, diantaranya negara tetangga Indonesia yang sangat dekat yaitu Singapura.


Singapura juga terus melakukan pembangunan, tapi dalam pembangunan itu mereka tetap melestarikan budaya mereka di balik kemodernan itu. Oleh karena itu Singapura menjadi salah satu Negara maju. Belajar dari negara yang sudah maju, bukan bermaksud untuk meninggikan negara lain atau menganggap Indonesia negara yang lemah, tetapi ingin masyarakat Indonesia sadar betapa pentingnya nilai sejarah itu bagi suatu bangsa. Indonesia adalah negara yang besar dan negara yang kaya.


Anak cucu kita nantinya di harapkan tetap menghargai bangsa ini dan mengetahui bagaimana sejarah bangsa Indonesia dulunya sehingga mereka sadar betapa hebatnya negara ini. Dan mereka akan tetap menjaga peninggalan negara ini seperti yang dilakukan para pahlawan-pahlawan kita.


Masyarakat Indonesia sebetulnya dalam kehidupan sehari-harinya telah menunjukkan sikap menghargai dan menghormati sejarah, pahlawan atau para leluhurnya. Bisa kita lihat, orang Batak yang menggunakan silsilah (tarombo) dalam keluarganya, untuk mengetahui dari siapa dia berasal dan keturunan dari keluarga apa. Begitu pula kita bisa lihat bagaimana orang Bali sangat menghargai dan menghormati orang-orang terdahulu (Leluhur). Boleh dikatakan menyimpan kebudayaan asli mereka dan berusaha melestarikannya dengan baik sebagai sebuah identitas dan penghargaan terhadap orang tua mereka.


Budaya Batak dan Bali adalah sedikit contoh yang bisa di lihat dari kebudayaan di Indonesia yang menghargai sejarah. Dengan mempelajari sejarah, kita akan menemukan grand design tentang penelitian berkelanjutan sejak zaman nusantara (kerajaan) sampai periode kontemporer. Dan kita bisa melihat perjalanan bangsa ini secara lebih detail dan utuh. Modal inilah yang akan kita pakai sebagai alat untuk membangun bangsa.


Sejarah sejatinya bukanlah benda mati. Ia bangunan “hidup” yang memiliki banyak pesan bijak untuk disampaikan ke banyak orang, terutama kepada generasi muda. Menghargai sejarah itu berarti satu langkah menuju bangsa yang beradab. Hanya dengan cara inilah, mimpi kita menjadi bangsa yang besar dan maju bisa tercapai. Semoga!



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/bangsa-yang-maju-apabila-menghargai-sejarah--616281.html

Ketika Ridwan Saidi tiba-tiba Menyerang Jokowi


13863461182010987992

gambar metronews.com



Ridwan Saidi, tokoh gaek betawi, selama ini dikenal sebagai seorang budayawan cum politisi yang lengkap. Lengkap karena tokoh ini hidup di beberapa situasi politik Indonesia yang berbeda, mulai dari era Soekarno, Soeharto hingga era SBY saat ini. Pengalaman dan pengetahuannya terhadap sejarah, politik dan budaya membuat Ridwan Saidi menjadi nara sumber dalam berbagai dialog atau debat. Lebih dari itu Ridwan Saidi merupakan satu dari yang hanya beberapa yang senantiasa konsisten keberpihakannya pada “suara rakyat”.


Tetapi setelah membaca berita di Kompas.com hari ini, dimana Ridwan saidi tiba-tiba mengumbar “caci maki” nya terhadap kepemimpinan Jokowi, publik bertanya-tanya; ada apa dengan Ridwan Saidi?


Bila boleh menduga, perubahan sikap Ridwan Saidi dari yang selama ini mendukung Jokowi bahkan mulai dari saat Jokowi mencalonkan diri sebagai calon gubernur di pilkada lalu menjadi tiba-tiba menghujat tajam kinerja Jokowi adalah karena “sengitnya” peta persaingan politik terkini seiring dengan semakin dekatnya hari H pilpres 2014.


Sebagaimana kita tahu, Jokowi adalah figur yang selalu leading di setiap survey calon presiden 2014. Peringkatnya yang terus konsisten teratas dalam hal popularitas dan elektabilitas, menjadikan Jokowi musuh bersama lawan politiknya.


Apalagi beberapa pengamat menyatakan bahwa dipasangkan dengan daun pun Jokowi pasti terpilih jadi presiden. hal ini jelas membuat para capres lain “naik pitam” merah padam menahan geregetan.


Jokowi menjadi sangat populer karena masyarakat sangat mengagumi karakternya yang merakyat dengan program-program kerjanya yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat; satu karakter pemimpin yang saat ini sulit ditemukan pada tokoh lain. Karkater ini juga sangat sulit disaingi.


Pada sisi lain, beberapa figur, sebut saja Abu Rizal Bakri, Wiranto dan para peserta konvensi partai demokrat sedang bekerja keras untuk meraih ambisi menjadi presiden. Tiga tokoh yang pertama bahkan sudah mendaklarasikan diri mereka secara resmi. Pendaklarasian lebih awal ini tentu dimaksudkan agar mereka memiliki rentang waktu yang cukup untuk “mencuri” start mengkampanyekan diri kepada rakyat.


Tetapi kenyataannya, meskipun berbagai usaha sudah dilakukan untuk mensosialisasikan ketokohan dan visi mereka melalui berbagai media, popularitas dan elektabilitas mereka tak juga beranjak naik.


Mereka pun seperti berepakat bahwa Jokowi adalah batu penghambatnya. Maka berbagai serangan dalam bentuk isu-isu negatif dan misleading pun secara gencar mereka arahkan kepada figur Jokowi. Target utama dari serangan ini tak lain adalah agar Jokowi tidak lagi dipandang sebagai tokoh yang paling layak menjadi presiden, agar rakyat tidak terkesima dan terpesona pada sosok Jokowi.


Tetapi nampaknya serangan-serangan para kader dan tokoh partai tersebut tidak mempan menjungkirbalikkan ketokohan Jokowi.


Maka, bisa jadi berubahnya haluan retorika politik Ridwan Saidi ada kaitannya dengan usaha para tokoh-tokoh tersebut mendongkrak popularitas dan elektabilitas mereka; bisa saja Ridwan Saidi sudah menjadi bagian dari tim pemenangan calon presiden; atau bisa saja uang pensiun Ridwan Saidi saat ini tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.


Dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi; kawan menjadi lawan dan lawan menjadi kawan, esok tempe, sore dele. Biarkan politisi memainkan sandiwaranya, dan Ridwan Saidi saat ini sedang menjalankan perannya, sebuah peran yang bisa berubah kapan saja sesuai situasi dan jumlah nominal upeti.



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/ketika-ridwan-saidi-tiba-tiba-menyerang-jokowi-617066.html

Pengantar Hak Asasi Manusia


Pengertian dan Definisi HAM :


HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.


Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.


Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :


1. Hak asasi pribadi / personal Right

- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat

- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat

- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan

- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing


2. Hak asasi politik / Political Right

- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan

- hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan

- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya

- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi


3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right

- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan

- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns

- Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum


4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths

- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli

- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak

- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll

- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu

- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak


5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights

- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan

- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.


6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right

- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan

- Hak mendapatkan pengajaran

- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/pengantar-hak-asasi-manusia--616266.html

Berbincang Dengan Anggota DPR Komisi IX, Fraksi PPP, Okky Asokawati



1386338640480040864

Anggota Dewan Komisi IX dari Fraksi PPP, Okky Asokawati di KJRI Sydney (3/12/2013)



Meski sehabis membagi seminar pada ibu-ibu Indonesia di kota Sydney, ibu Okky Asokawati masih terlihat bersemangat saat di-interview oleh penulis. Sebagai anggota DPR Komisi IX yang berhubungan dengan ranah kesehatan, ibu Okky mengulas sejumlah permasalahan yang tengah terjadi di Indonesia, mulai dari penolakannya terhadap Pekan Kondom Nasional, serta menyayangkan mogok nasional dokter sebagai tindakan yang semakin menyudutkan dokter sendiri.




Selain membagikan ekspetasi kans partai-nya (PPP) untuk Pemilu tahun depan. Ibu Okky menegaskan pula bahwa PPP juga pantas disebut Partai Nasionalis meski memiliki tagline “Kembali ke Kittah Rumah Besar Umat Islam.” Kenapa? Simak dibawah ini.




1. Mengapa Seorang Anggota DPR Bisa Berada di Sydney?



“Saya datang atas undangan IDF (International Diabeters Federation),” ujarnya. Beliau baru-baru ini menghadiri World Diabetes Congress di Melbourne. Mengapa undangan ini sangat penting bagi ibu Okky?



Politisi PPP itu menjelaskan bahwa Indonesia salah satu negara penderita diabet tertinggi didunia. “Kita ini peringkat-7 di dunia,” ucapnya. Ibu Okky sempat mengingatkan pentingnya makan sehat seperti yang diajarkan Hadits.



“Makan itu ada Haditsnya. Berhentilah makan sebelum kenyang…bukan berhentilah makan sesudah nendang,” ujarnya. Namun, beliau tidak merinci lebih jauh apakah ada semacam eksekusi pembuatan RUU mengenai penangkalan diabetes sepulangnya dari Australia.



2. Mengapa Bisa Berubah Haluan Dari Modelling ke Politik



“Sebenarnya tidak ada rencana jadi anggota DPR, cuma Tuhan berkehendak lain. Tahun 2009, saya diminta jadi caleg perempuan oleh PPP, karena UU Pemilu menegaskan quota 30% caleg perempuan untuk tiap partai,” ucapnya.



Ibu Okky menyebut bahwa salah satu alasan mengapa ia memutuskan politik juga karena keprihatinan akan sedikitnya orang yang mau bersuara untuk wanita. “Perempuan dibutuhkan Parlemen. Contoh ketika membahas ASI, yang semangat perempuan, yang laki mana ada yang datang?” ucapnya.



3. Mogok Nasional Dokter Justru Hancurkan Kredibilitas Dokter Sendiri



“Saya melihat dokter, profesi yang punya kedudukan sama di mata hukum. Kalau memang mau solidaritas, lakukanlah dengan sophisticated lah,” ucap Okky. Beliau melihat, aksi mogok ini justru semakin melemahkan kredibilitas dokter di hadapan publik.



“Sekarang akhirnya masyarakat menilai dokter suatu profesi yang Playing God (kebal hukum),” tambahnya.



4. Bagi Kondom Tak Salah, Asalkan…..



Ibu Okky menolak Pekan Kondom Nasional karena pembagian itu dilakukan di lingkungan sekolah. Menurut beliau, sekolah adalah lingkungan bebas “kenakalan.” Alangkah baiknya bila pemberian kondom dilakukan di daerah “nakal” seperti lokalisasi.



“Artinya kondom itu tetap harus diberikan kepada daerah-daerah nakal, ya bukan sekolah lah. Tapi yang banyak PSK-PSK-nya, jadi dilokalisir,” ucapnya. Untuk solusi, ibu Okky menyebut “edukasi dan diskusi” sebagai yang terpenting.



5. Parpol Islam Masih Dapat Berjaya di Pemilu 2014



Penulis: Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Burchanuddin Muhtadi pada tahun 2012 menyebutkan kepercayaan masyarakat semakin menurun terhadap Parpol berbasis agama, khususnya Islam. Majalah Tempo mencatat, survey yang diadakan pada bulan Juli-Agustus 2013 oleh Alvara Riset menunjukkan bahwa Parpol Islam tidak ada yang sanggup mencapai 5 besar. Tingkat elektabilitas PPP hanya sebesar 2.2 %. Apa yang mendasari sinisme masyarakat terhadap partai yang berbasis agama?



Okky: Pada tahun 2009 kemarin, kami mencapai 6,5%, ya kami sadari perjuangan akan lebih keras terutama kami tahu ada banyak survey pesanan dan dilakukan dengan niat tak baik. Kami berharap PPP bisa mencapai kejayaan pada masa Orde Baru.



Alangkah lebih baik bila kita tidak mendikotomikan Partai Islam dan Partai Nasionalis. Bagaimanapun juga Partai Islam juga pasti nasionalis. Kita bukan negara Islam dan perlu menghormati semua keyakinan.



6. Kita Tidak Punya Partai Kesukuan (Partai Batak, Partai Madura…), Tapi Kenapa Kita Harus Punya Partai Agama?



Penulis: Anda sebut PPP Partai Nasionalis, Apa itu artinya PPP juga berfokus mendulang suara dari kantong non-Muslim juga?



Okky: Oh tidak, kalau PPP tagline kami adalah rumah besar umat Islam . Jadi siapapun umat Islam itu tidak harus kerudung. Pake anting-anting juga boleh. Pake mini boleh, pake celana pendek boleh.



Penulis: Kalau dipikir-pikir, hingga saat ini, kita tidak punya partai kesukuan. Tentu supaya untuk menghindari disintegrasi bangsa. Namun kenapa ninche market” dalam bentuk parpol berbasis agama ada dan perlu dipertahankan?



Okky mengakui belum ada kejelasan dalam sistem perpartaian di Indonesia. Menurutnya, mempertanyakan eksistensi Parpol agama, sama saja dengan mempertanyakan Parpol nasionalis yang disebutnya lahir belakangan ketimbang Parpol agama.



Okky: Perlu dilihat sejarah kepartaian Republik ini. Menurut saya politik perpartaian kita masih mencari bentuk. Soal istilah partai nasionalis, itu adanya juga baru-baru ini pas Demokrat naik daun. Ini merupakan bagian proses pendewasaan bernegara dan berpartai (AH/Kompasiana).





sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/berbincang-dengan-anggota-dpr-komisi-ix-fraksi-ppp-okky-asokawati-617052.html

Nelson Mandela Wafat: Sosok Yang Mengubah Sepakbola dan Politik Begitu Dekat.. Hehe..



sumber: wikipedia


nelson mandela telah berhasil mengubah dunia politik dan olahraga begitu sangat dekat.. hehe..


hari ini, jum’at (6/12) saya terus terang sedikit kaget, kagum dan juga bingung ketika ingin membaca berita terbaru soal sepakbola.. tetapi media malah banyak memberitakan tentang meninggalnya tokoh politik dan mantan presiden afrika selatan, nelson mandela.. tambah bingung lagi ketika presiden fifa, sepp blatter mengeluarkan ultimatum kepada 209 negara anggotanya mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati meninggalnya presiden afrika selatan sejak 1994 - 1999 itu..


“Sebagai tanda hormat dan belasungkawa, bendera dari 209 anggota FIFA akan dikibarkan setengah tiang,” terang Blatter sebagaimana dilansir laman resmi FIFA, Jumat (6/12).


apa hubungannya nelson mandela dengan dunia olahraga terutama sekali sepakbola? menurut presiden fifa, piala dunia di afrika selatan tidak akan pernah terlaksana jika tidak ada mandela.. besarnya rasa cinta terhadap sosok mandiba (panggilan untuk nelson mandela) telah membuka mata sepp blatter mengenai kharisma yg dimiliki oleh tokoh revolusioner anti-apharteid, penerima penghargaan nobel perdamaian 1993 dan juga presiden afrika selatan yg terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras..


“Ketika Mandela diberi tepuk tangan hebat di Johannesburg Soccer Stadium pada 11 Juli 2010 lalu, itu merupakan sebuah bentuk penghormatan sangat luar biasa dari orang-orang untuk Mandela. Mandela ada di hati warga Afrika. Itu merupakan hal yang paling menakjubkan yang pernah saya lihat,” tegas Blatter. (http://www.jpnn.com)


jadi kata siapa olahraga dan politik tidak bisa dicampur aduk? nelson mandela adalah salah satu contoh tokoh politik yg bisa diterima dibidang olahraga.. malah menurut mandela, olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, seperti diberitakan oleh tribunnews.com berikut ini..


“Olah raga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Olah raga memiliki kekuatan untuk memberi inspirasi. Olah raga memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh yang lainnya,” ujar Mandela dalam pidatonya di Monako, 2000, seperti dikutip Sportsmail.


“Olah raga menyampaikan pesan kepada orang-orang muda dalam bahasa yang mereka pahami. Olah raga bisa menciptakan harapan di mana pernah terjadi keputusasaan. Olah raga lebih kuat daripada pemerintah dalam mendobrak rintangan rasial. Olah raga seperti menertawai semua bentuk diskriminasi,” sambung Mandela.


pernyataan mandela itulah yg membuat dirinya begitu sangat dihormati, dan membuat dunia olahraga merasa kehilangan sosok yg begitu sangat perduli dengan olahraga.. mulai dari Legenda tinju dunia Muhammad Ali , mantan kapten tim rugby Afrika Selatan, Francois Pienaar dan pemain sepakbola dunia, pemain sepakbola asal afrika , klub sepakbola asal inggris liverpool , klub italia ac milan , dan mungkin masih banyak lagi kalau kita mau mencari beritanya..


bahkan Gelandang Chelsea asal Ghana, Michael Essien sampai mengatakan kalau kehadiran sosok seorang mandela telah berhasil mengubah dunia..


“Mungkin Anda telah pergi, namun warisan dan kata-kata bijak Anda akan selalu bersama kami. Anda telah mengubah dunia. RIP NELSON MANDELA,” tulis Essien di akun Twitter @MichaelEssien, seperti dikutip Tribunnews.com.


ya, mandela memang telah mengubah dunia.. terutama sekali dunia politik yg diubahnya menjadi begitu sangat dekat dengan dunia olahraga terutama sepakbola.. ehehe..


salam..


aldi doank





sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/12/06/nelson-mandela-wafat-sosok-yang-mengubah-sepakbola-dan-politik-begitu-dekat-hehe-617053.html

Krisis Pangan Kembali Menghantui, EGP Lah…


Ironis! Di negara yang katanya agraris dan gemah ripah loh jinawi, ternyata menjadi petani di Indonesia itu ibarat ingin menjadi orang miskin pun ternyata gagal. Sudah cerita lama apabila nasib petani di Indonesia terus terpuruk dan terpuruk.


Wajar jika kemudian data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Sensus Pertanian 2013 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga petani pada 2013 mencapai 26,14 juta. Jumlah itu berkurang 16,32 persen atau 5,1 juta dibandingkan dengan pada 2003.


Menurut Kepala BPS Suryamin, penurunan relatif terjadi pada seluruh sub sektor pertanian kecuali budidaya ikan sebanyak 1,19 juta rumah tangga. Penurunan jumlah tersebut terjadi karena banyak petani memilih untuk menjual lahannya untuk dialihfungsikan, terutama pada petani gurem atau petani yang memiliki lahan kurang dari setengah hektare. Jumlah rumah tangga petani gurem turun sebanyak 4,77 juta menjadi 14,25 juta rumah tangga dalam 10 tahun belakangan.


Apa makna dari sekelumit data itu? secara ringkas bisa dikatakan bahwa target swasembada pangan bakal semakin jauh meleset. Krisis pangan mulai menghantui dan siap-siap saja dimasa-masa mendatang bangsa Indonesia semakin tercekik dengan harga-harga bahan pangan yang bakal terus melangit.


Sebagai negara agraris, berkurangnya jumlah petani ini jelas merupakan kabar buruk. Bagaimana bangsa ini mau berswasembada pangan kalau jumlah petaninya saja terus berkurang karena tergusur ataupun karena ketidakmampuan mereka untuk berproduksi?


Berkurangnya jumlah petani tersebut juga bertolak belakang dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan proporsi demografisnya adalah mayoritas penduduk berada di pedesaan, yang notabene menggantungkan hidup mereka dari pertanian.


Mengapa jumlah penduduk yang berprofesi sebagai petani di Indonesia semakin berkurang? Mungkin itu karena profesi petani tidak menguntungkan dan mampu menyejahterakan mereka.


Di negara-negara maju, profesi petani itu adalah orang-orang yang kaya dan sejahtera. Mereka pada umumnya adalah petani-petani yang memiliki ranch peternakan dengan lahan pertanian luas dilengkapi mekanisasi yang modern. Tidak hanya itu, negera dan pemerintahnya pun memberikan subsidi besar dan proteksi yang luar biasa kepada para petaninya sehingga mereka mampu mengamankan kebutuhan bahan pangan nasional-nya. Pangan merupakan komoditas stategis yang mendapat prioritas utama pemerintah.


Di Indonesia? umumnya kaum tani di Indonesia adalah “kasta terendah” dalam struktur kependudukan di Indonesia. “Kepedulian” terhadap nasib mereka hanya dilirik ketika digelar perhelatan demokrasi lima tahunan yang bernama Pemilu. Setelah itu EGP. Mungkin bisa dikatakan menjadi petani di Indonesia itu ibarat untuk menjadi orang miskin pun mereka telah gagal. Akibatnya mereka melakukan hijrah atau urbanisasi atau bahkan lebih suka menjadi TKI di luar negeri karena dari aspek ekonomi lebih menjanjikan.


Persoalan lain yang juga menggelayuti dunia pertanian Indonesia adalah infrastuktur pertanian yang masih seadanya dan sama sekali belum memberikan harapan kepada petani. Sejak lengsernya orde baru sampai saat ini, yang namanya infrastruktur pertanian tidak pernah tersentuh.


Juga masalah penegakan hukum di sektor pertanian terutama terkait masalah lahan yang tidak dijalankan pemerintah secara konsisten dan kosenkuen, sebagaimana diamanatkan UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan yang dikonversikan menjadi area lain.


Masalah lainnya adalah ketersediaan pupuk yang masih kurang dan juga lemahnya panduan pemerintah bagi para pertani terkait musim tanam yang saat ini sudah banyak berubah akibat perubahan cuaca yang ekstrim.


Lalu apa yang harus dilakukan? tuntutan pertama jelas kepada pemerintah. Tapi apa yang bisa diharapkan pada pemerintahan SBY yang tinggal tersisa beberapa bulan lagi? Boro-boro mikirin petani miskin yang jadi mayoritas penduduk Indonesia, energi yang ada kan lebih baik digunakan untuk memikirkan bagaimana cara menyelamatkan dinasti dan keluarga dari gugatan dan tuntutan rakyat Indonesia pasca lengser 2014.



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/06/krisis-pangan-kembali-menghantui-egp-lah-616258.html