Head to Head PDI P VS Demokrat
Pecinta bola pasti paling menyukai statistik pertandingan sepak bola melalui head to head klub papan atas, seperti yang akan saya paparkan disini head to head bukan mengenai ajang bergengsi di dunia kulit bundar melainkan di ajang perpolitikan Indonesia.
Seperti yang diketahui partai demokrat adalah kampiun pemilu di final PILEG 2009 dengan mengantarkan manajernya (SBY) sebagai Presiden RI 2009-2014. Namun saat ini posisi tim Demokrat tidak sama seperti pemilu 2009. Dimana sekarang ini banyak pemain inti partai demokrat yang cedera (tersangkut skandal korupsi). Banyak lembaga survey yang ada di Indonesia merilis elektabilitas partai Demokrat menurun menjadi dibawah 10% dengan posisi dibawah 3 besar. Hal ini pun terjadi sama seperti hal nya PDI P pada pileg 2009 dimana elektabilitas partai PDI yang dimanajeri oleh Megawati menurun dan berada di posisi ke-3.
Dan yang akan saya bahas kali ini adalah head to head PDIP vs Demokrat di ajang pesta demokrasi terbesar, pileg 2014. Saat ini bisa dikatakan Demokrat kondisinya hampir sama dengan PDIP pada Pileg 2009. Dimana elektabiltas dari partai demokrat menurun dan menempatkan mereka keluar dari 3 besar, hal ini bisa dilihat dari survey-survey yang diliris saat ini. Namun yang membuat perbedaan adalah :
1. Elektabilitas partai Demokrat turun sangat signifikan dibandingkan dengan PDIP di pileg 2009 dimana PDIP masih bisa bertahan diposisi 3 besar. Kalau melihat hasil survey dengan hasil pileg 2009.
2. Banyak pemain Demokrat yang cidera karena kasus skandal korupsi yang terjadi saat ini, dan juga kapten baru (anas) hengkang karena konspirasi yang terjadi di internal partai korupsi. Berbeda dengan PDIP yang mempunyai bibit pemain yang sedang on fire seperti Jokowi, Risma dan Ganjar.
3. Pada pileg 2009 demokrat bisa menang karena aktor utamanya sangat di puja puji oleh berbagai kalangan masyarakat. Bedanya sekarang adalah demokrat sekarang dicerca, dikritik, di awasi setiap kebijakanya, bahkan tak jarang disentil dengan hujatan. Sementara dari pihak PDIP juga sama seperti yang terjadi di pileg 2009 dengan kondisi yang sama juga seperti yang terjadi pada demokrat saat ini. Tapi bedanya PDIP mendapat pemain didikan dari hasil akedeminya sendiri yaitu Jokowi sementara Demokrat tak ada pemain jebolan yang mumpuni bahkan merekrut dari pemain luar seperti Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, dll.
Melihat dari posisi yang terjadi kondisi antara Demokrat hampir sama dengan PDIP namun yang menjadi pembeda adalah pengalaman antar partai dimana PDIP lebih berpengalaman dibandingkan Demokrat yang baru berdiri 1 dekade terakhir. Dimana PDIP dibentuk dengan perjuangan yang sangat keras dari penindasan era ORBA sementara Demokrat hanya menikmati hasil dari reformasi dengan menjual penindasan di era Reformasi. Dan bahkan PDIP rela terus menjadi partai oposisi di era ORBA dan saat ini dimana selagi menjadi oposisi juga membuat perbaikan di internal partai. Sedangkan dari pihak Demokrat sendiri terlihat kalang kabut saat terjadi gejolakan di internal partainya. Hal inilah yang membuat Mentalitas antara PDIP dengan Demokrat yang berbeda. Dan juga hal terakhir yang mau saya sampaikan adalah PDIP mampu membina pemainnya menjadi loyalis yang taat dibandingkan Demokrat yang membina pemainnya menjadi loyalis yang penjilat.

0 komentar:
Posting Komentar