Bismillah
Risih saja hampir setiap area public sudah dipergunakan area parker. Padahal jelas-jelas daerah atau ruang tersebut difungsikan untuk kenyaman layanan public. Apakah ada aturan dari pemerintah daerah tentang parker? Jika belum seharusnya dibentuk karena semakin hari area public hilang dan sudah dikomersial oleh oknum tertentu. Jangan-jangan kemudian hari area pekarang rumah sendiri juga difungsikan sebagai parkir. Terlihat jelas bahwa orang Indonesia dari tingkat bawah hingga teratas semua sudah menganut konsep liberal.
Bahkan tagihan parkir diberbagai area berbeda, yang menetapkan berjam dan berdasarkan jenis kendaraan. Ketika para tukang parker menarik biaya tidak sesuai dengan services diberikan. Sepertinya tak ada lagi ruang public di negeri ini, lihat saja WC sudah dikomersialkan, tempat beribadah juga ada dikomersialkan, parkiran yang jelas itu lahan public juga dikomersialkan, dan jalan-jalan protocol pun dikomersialkan oleh oknum tertentu.
Ada steatment ditengah masyarakat bahwa untuk gampang mencari uang cukup sebagai tukar parkir. Karena tak perlu skill, tak perlu ilmu, tak perlu model dan yang diperlukan adalah kekuatan fisik serta keberanian untuk melawan sistim maupun pihak tertentu. Bayangkan pekerja tukang parkir bisa meraup keuntungan fantastic, mungkin sehari bisa meraih jutaan setiap hari. Mengalahkan pekerjaan dan profesi lainnya.
Lama-lama pekerjaan sebagai tukang parkir banyak diminati oleh genarasi mudah atau mereka-meraka yang memiliki pekerjaan menetap. Disisi lain pekerjaan parkir tidak dilarang sedangkan sisi lain masyarakat terasa dirugikan karena setiap berhenti selalu ditarik pajaknya. Parkir liar seperti ini juga menghambat lalu lintas dan jalan semberaut.
Jangan-jangan suatu saat bisnis parkir merupakan pekerjaan menjanjikan karena semakin hari akumulasi kendaraan semakin meludak. Jika ruang public digunakan sebagai lahan parkir maka siap terjadi kontradiksi ditengah masyarakat. Walaupn permasalahan sepele tapi jangan salah dampaknya luar biasa. Maka perlunya rule yang jelas dari pemerintah untuk menetapkan lahan-lahan diperkenankan untuk dikomersialkan.
BestRegard Inspirasi BeraniSukes
“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan
[archives limit=30]

0 komentar:
Posting Komentar