promosi bisnis online gratis

Kemiskinan : Komiditi Ranum Calon Penguasa


Negara kita tercinta tahun depan punya hajat yang cukup besar. Di tahun itu akan terjadi pesta demokrasi. Pesta semua rakyat akan pemilihan wakil-wakilnya dan para pemimpinnya. Ada kata yang tidak bisa lepas dari proses yaitu kata kampanye.


Pada masa kampanye “kue yang manis” akan dibagikan pada rakyat dan pada kaum marginal pada khususnya. Satu kondisi yang sudah lazim tentunya. Janji-janji manis akan berkumandang pada seantero pelosok negeri. Semua media massa akan bergiliran dan dipenuhi iklan-iklan politik.


Ada satu “komoditi penting”bahan kampanye yang tak pernah terlupa. Komoditi itu bernama KEMISKINAN. Kata yang mudah untuk diucapkan tapi berjuta sulit untuk menghadapinya apalagi memberantasnya. Kemiskinan, sebuah kata yang sulit untuk di hapus dari muka negeri ini. Di saat kampanye, calon-calon wakil rakyat akan berlomba mengunjungi kaum miskin, para nelayan, petani, pedagang kecil, di seluruh pelosok negeri. Sungguh meriah suasananya, mereka berbondong dengan tak lupa membawa media massa. Dan bulan setelah pemilihan maka satu persatu calon wakil rakyat itu akan meninggalkan. Rakyat miskin seperti biasa harus berjuang sendiri menghadapi kerasnya hidup. Rakyat miskin yang berhati baja, tak mudah menyerah, jauh dari kemunafikan berjamaah, jauh dari kecurangan, begitu ironis hanya menjadi komoditi kampanye saja.


Bangsa ini masih butuh kerja keras untuk bangkit dari kemiskinan dan pemerataan pendapatan. Begitu aneh dan ironis ketika para pejabat bermobil mewah duduk santai berleha-leha tapi di sudut lain bangsa ini masih ada bayi kurus yang menderita gizi buruk.


Bangsa ini butuh pemimpin dan wakil rakyat yang sesungguhnya, negeri ini butuh figur-figur pengayom yang tidak hobi korupsi, dan santun dalam bertingkah laku.


Kemiskinan yang melanda sebagian bangsa ini merupakan wujud kegagalan dalam mengelola negeri ini. Bagaimana mungkin negeri super subur tapi masih saja ada kasus gizi buruk?


Perlahan tapi pasti rakyat telah mengerti dan bisa memilah mana yang baik untuk mereka, dan mana pula yang akan lupa pada mereka setelah terpilih. Rakyat telah hapal itu. Mungkin ini yang patut diperhatikan oleh para CALEG.


Sepenggal Lagu Darah Juang ini mungkin akan menguntai kembali perjuangan kita dalam memberantas kemiskinan.


Disini negeri kami tempat padi terhampar


Samuderanya kaya raya tanah kami subur Tuhan



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/01/kemiskinan-komiditi-ranum-calon-penguasa--612956.html

Kemiskinan : Komiditi Ranum Calon Penguasa | Unknown | 5

0 komentar:

Posting Komentar